
1. ada hologram original di balik jam nya
2. layar kaca nya blur atau agak buram, yg kw lebih bening
3. water resistant
beli >3 = @95000
beli >10 = @85000
beli >15 = @80000
atau lgsg sms ak aj ke 085719391847

Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan.
kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat.
Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice.
Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah.
Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.
Contoh :
Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:
Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:
| Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier |
Pola active dan passive voice pada tiap tensis
a. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
b. Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh:
c. Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
d. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
e. Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atau were) + being.
Contoh:
j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Contoh:
m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh:
n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh:
o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
Contoh-contoh yang lain:
http://swarabhaskara.com/miscellaneous/active-and-passive-voice/
http://mirdaa.ngeblogs.com/2010/02/20/belajar-b-inggris-yukkk-active-and-passive-voice/
fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan terhadap suatu hal. Fobia itu berbeda rasa takut yang kita tahu kebanyakan . perbedaan antara fobia dengan ketakutan ada di kadar ketakutannya . fobia ini membuat sebagian besar manusia sulit untuk menerima ataupun mengerti , bahkan terlihat seperti aneh karena ketakutannya yang sangat berlebihan itu .
menurut sumber yang aku baca fobia ini berawal dari fiksasi . Dalam keadaan normal setiap orang memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya . Tapi bila seseorang terpapar terus menerus pada satu objek, hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci atau disebut fiksasi.
Jenis-jenis fobia bisa dibilang cukup banyak loh, antaranya..
o Fobia sosial
Yaitu ketakutan yang melibatkan orang lain atau situasi sosial. Misalnya fobia tampil di muka umum, bahkan makan di tempat umum pun membuat orang tersebut takut karena malu melakukan kesalahan, padahalkan hal tersebut wajar-wajar aja. Siapa sih yang hidup di dunia ini tanpa melakukan kesalahan kan?
o Specific phobia
Yaitu ketakutan berlebihan yang disebabkan oleh objek-objek tertentu seperti benda tajam, anjing, kecoa .
Kalau boleh jujur aku sangat tidak menyukai kecoa, tapi belum tahu apakah ketakutan aku ini sudah masuk tingkat fobia atau belum, selama aku hidup sudah beberapa kali aku di buat menangis karena kecoa itu . L
o Agoraphobia
Yaitu suatu rasa takut meninggalkan comfort zone seseorang, di mana keadaan ini bisa menimbulkan panik berlebihan pada orang tersebut.
Kalau fobia yang satu ini pernah aku temui di novel laskar pelangi . dimana salah satu tokoh saat kecil sangat tidak bisa di pisahkan dengan sang mamah, di akhir cerita di kisahkan bahwa tokoh tersebut gila bersama mamahnya dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa dengan satu kamar pula padahal sang anak pun sudah cukup umur .
Fobia bisa hilang kok !!
Caranya ..
o Desensitisasi
(pembiasaan), di buku yang aku baca cara ini sangat menakutkan bagi sang pasien, kenapa? Karena cara ini cara dimana mendekatkan pasien dengan obyek fobianya tersebut sesering mungkin.
Tapi secara perlahan lahan.. jangan di kagetkan, yang ada nanti pasien bisa tambah gawat fobianya .
o Motivasi
Yaitu dengan memberikan motivasi pada sang pasien . contohnya seperti memberikan dia hadiah yang dia inginkan jika dia berani menyentuh atau setidaknya berdekatan dengan objek fobia nya tersebut .
o Hipnosa
Cara ini menggunakan hipnitis, jadi si penderita akan di hipnotis agar bisa menghadapi objek fobia nya tersebut dan bisa melepaskan pikian pikiran negatif yang ada di pikirannya mengenai objek fobianya . tapi harus dengan ahlinya yah jangan sampai salah karena justru bisa berakibat buruk kalau terjadi sesuatu di luar kendali.