Jumat, 30 September 2011

tugas jurnal metode riset 1 (baru)


Judul                                       : PENGARUH  GAJI, GAJI TAMBAHAN DAN UPAH TAMBAHAN   TERHADAP MOTIVASI PEKERJA  (Studi Kasus pada PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero)  Bandar Lampung)


Pengarang                                 : Rosnelly Roesdi

Latar belakang             :
Pemberian kompensasi kepada pekerja adalah merupakan hak pekerja sekaligus merupakan  kewajiban perusahaan. Keragaman pemenuhan jenis kompensasi  merupakan suatu bentuk  komitmen perusahaan dalam  memenuhi hak-hak pekerja. kompensasi kepada pekerja dibagi kedalam empat jenis kompensasi  yaitu: Gaji pokok, Gaji tambahan dan Upah tambahan, pembayaran intensif, dan Tunjangan dan pelayanan. Keempat jenis kompensasi  tersebut merupakan determinan dari motivasi kerja pekerja.
PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII (Persero)   yang merupakan gabungan antara lain dari: PTP  X (Persero), PTPN XXXI (Persero) ditambah dengan eks Proyek Pengembangan PTP XI (Persero) di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan dan eks Proyek Pengembangan PTP XXIII (Persero) di Propinsi Bengkulu. Peranan PTPN VII (Persero)  terhadap daerah dibagi dalam dua bentuk yaitu: Langsung yaitu mendukung Pendapatan Asli daerah (PAD) dan Tidak langsung berupa melakukan peningkatan sentra-sentra ekonomi (pemberdayaan ekonomi masyarakat) antara lain: pemberdayaan melalui pola kemitraan, pajak dan restibusi daerah dan pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM).  Kompensasi yang diteliti pada tulisan ini adalah:  Gaji pokok, Gaji tambahan dan upah dan  Motivasi .

Masalah                                   : seberapa besar pengaruh gaji pokok, gaji tambahan dan upah dengan motivasi karyawan?

Tujuan Penelitian                      : untuk mengetahui pelaksanaan kompensasi, motivasi pekerja, besarnya pengaruh kompensasi secara simultan terhadap motivasi kerja pekerja dan  pengaruh kompensasi dalam bentuk gaji pokok (base wages), gaji tambahan dan upah tambahan (Wage and salary add).
Metodologi                               :
ü  
Data dan sampel           :
Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII (Persero) Bandar Lampung. Populasi pekerja pada lokasi ini sebanyak 1.207 orang yang tersebar kedalam 11 wilayah  kerja.
Untuk pengambilan sampel dilakukan proses sampling dengan cara penentuan sample minimal dengan menggunakan  pola iterasi, dan setelah itu ditetapkan besarnya sample penelitian. Perhitungan sample minimal  merujuk kepada pendapat Harun Al-Rasjid (1997:12). Berdasarkan  hasil perhitungan tersebut maka sample yang didapatkan adalah 140 orang.


ü  Alat analisis                 :
Teknik analisis yang akan digunakan  untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah alisis regresi berganda (multiple regression). Struktur model analisis digambarkan oleh diagram regresi berganda sebagai berikut :


 

                                                                                           
GAMBAR . Diagram Analisis Regresi Berganda


Berdasarkan model diagram analisis di atas, hubungan struktural variable penelitian, dirumuskan dengan persamaan analisis regresi berganda. Hubungan fungsional tersebut secara linear dijabarkan sebagai berikut : 
Y = βxxx+e


ü  Variabel penelitian
Y  = Motivasi kerja (work motivation)
X1 = Gaji pokok (base wages)
X2 = Upah tambahan dan gaji tambahan (wage and salary add-ons)
X3 = Pembayaran insentif (incentive payments)
X4 = Tunjangan dan pelayanan (benefits and services)
β0  = Koefisien Intercept
β1  = Koefisien Regresi Variabel X1
β2  = Koefisien Regresi Variabel X2
β3 = Koefisien Regresi Variabel X3
β4 = Koefisien Regresi Variabel X4

ü  Tahapan penelitian                   :
o    Pengambilan data dari 140 sampel, pembahasan gaji pokok dan gaji tambahan dan upah, pengumpulan quisioner dari 11 indikator dengan variable motivasi kerja karyawan,
o    mencari Pengaruh Kompensasi secara Simultan terhadap Motivasi Kerja  dengan menggunakan software SPSS versi 11.5, melakukan pengujian regresi secara simultan, Untuk mengetahui secara lebih spesifik mengenai pengaruh variable independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen selanjutnya dilakukan pengujian secara individual.
o    Mencari Pengaruh Kompensasi dalam Bentuk Gaji Pokok terhadap Motivasi Kerja,
o    Mencari Pengaruh Kompensasi dalam Bentuk Gaji Tambahan dan Upah Tambahan terhadap Motivasi Kerja

Analisis dan hasil
o    Gaji pokok (X1)

no

pernyataan
Tanggapan responden
ss
s
cs
ts
sts
f
%
f
%
f
%
f
%
f
%
1
Manajemen senantiasa menerapkan prosedur penerimaan pendapatan pekerja dalam bentuk gaji pokok menurut golongan/ruang


24


17,1


84


60


13



9,3


14


10


5


3,6
2
Manajemen menerapkan kebijakan subsidi pajak penghasilan pekerja sebagaimana ketentuan pph. pasal 21

24

17,1

84

60

18

12,9

8

5,7

6

4,3
Keterangan: SS=sangat setuju, S=setuju, CS=cukup setuju, TS=tidak setuju dan STS=sangat tidak setuju.

Hasil    :
Pada item pernyataan yang pertama, sebagian besar responden menyatakan sangat setuju
dan setuju (86,4%).
Pada item pernyataan yang kedua, sebanyak 90% responden menyatakan sangat setuju dan setuju.

o    Gaji Tambahan  dan Upah Tambahan (X2)
no
pernyataan
Tanggapan responden
ss
s
cs
ts
sts
f
%
f
%
f
%
f
%
f
%
1



Anda mendapatkan gaji tambahan dan upah tambahan dalam bentuk uang lembur

32

22,9

75

53,6

14

10

17

12,1

2

1,4
2



Anda mendapatkan gaji tambahan dan upah tambahan apabila dipanggil kerja pada saat haritidak bekerja

34

25,7

64

45,7

18

12,9

19

13,6

3

2,1
secara umum responden menganggap bahwa hal itu sangat diperlukan untuk membantu pekerja dalam memenuhi kebutuhan dan dinilai sebagai bentuk penghargaan manajemen atas peran serta pekerja  yang bekerja dihari libur. Hal ini membuktikan bahwa praktek manajemen kompensasi dalam bentuk gaji tambahan dan upah tambahan sejalan dengan konsep manajemen kompensasi yang dikemukakan oleh Milcovich & Newman (2002:9)

o    Motivasi Kerja pada PTPN VII Bandar Lampung (Y)
Berdasarkan jawaban  responden terhadap kesebelas item tentang motivasi kerja diperoleh gambaran bahwa meskipun pekerja memiliki keragaman motivasi satu sama lain baik dalam kontek motivasi berprestasi, afiliasi maupun kekuasaan, secara umum responden memiliki pandangan yang sama bahwa motivasi bekerja dipengaruhi oleh variabel kompensasi. Mereka mencari situasi di mana mereka dapat mencapai tanggung jawab pribadi untuk menemukan pemecahan terhadap masalah–masalah, di mana mereka dapat menerima umpan balik yang cepat atas kinerja mereka sehingga mereka dapat mengetahui dengan mudah apakah mereka menjadi lebih baik atau tidak, dan mereka dapat menentukan tujuan – tujuan yang cukup menantang.

o    Pengaruh Kompensasi dalam Bentuk Gaji Pokok terhadap Motivasi Kerja
jika gaji pokok meningkat, maka Motivasi Kerja Pekerja di PTPN VII (Persero) Bandar Lampung akan meningkat.

o    Pengaruh Kompensasi dalam Bentuk Gaji Tambahan dan Upah Tambahan terhadap Motivasi Kerja 
jika gaji tambahan dan upah tambahan meningkat, maka motivasi kerja pekerja akan meningkat. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa motivasi seseorang dalam bekerja sangat ditentukan oleh faktor pengharapan pekerja terhadap balas jasa yang diberikan oleh perusahaan atas pengorbanan mereka dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab kepada perusahaan

Rekomendasi & Implikasi
Secara umum, pekerja memiliki motivasi kerja tinggi, hal ini terlihat dari besarnya nilai bobot yang memilih kategori sangat setuju terhadap sebelas item pernyataan tentang motivasi. Hal ini memberikan indikasi bahwa pekerja secara umum memiliki motivasi kerja yang tinggi. Maka dari itu pemberian gaji pokok dan gaji tambahan dan upah merupakan factor penting yang sangat berpengaruh untuk peningkatan motivasi positif bagi karyawan.


Sabtu, 24 September 2011

Kepuasan Kosumen atas Produk, Harga dan Kualitas di Pasar Online

Kepuasan Konsumen atas produk, harga dan kualitas di Pasar Online
Oleh Karina Oktaviani

Tema : Kepuasan Konsumen

Latar Belakang
pada era 20an seperti saat ini, kemajuan teknologi sudah semakin cepat. Hal-hal yang sulit yang membutuhkan waktu lama kini tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam sekejap hubungan komunikasi satu dengan yang lainnya dapat tercipta.  Melalui internet, jarak bukan lagi menjadi suatu masalah. Dan kini tidak hanya komunikasi, bisnis pun mulai memasuki dunia internet. Perdagangan secara electronic atau sering disebut e-commerce bukan menjadi suatu yang baru lagi didunia perbisnisan.
          Dengan e-commerce, bisnis menjadi lebih mudah dan praktis untuk menyatukan pembeli dengan penjual yang terpisah jarak. Pemasaran produkpun jauh menjadi lebih mudah karena dilihat dari banyaknya pengguna internet di masa kini. Dengan begitu lalulintas barang kedalam maupun keluar negeri menjadi cepat. Namun, hal ini bisa juga menjadi kekurangan penjual dengan tidak memperhatikan kepuasaan konsumen. Produk yang tidak dapat disentuh dengan real merupakan salahsatu kekurangan dari bisnis online seperti ini. Kepercayaan juga merupakan modal antara pembeli dan penjual untuk menciptakan proses jual-beli. Dengan kepercayaan, proses jual beli antar kota, pulau bahkan antar Negara dapat tercipta. karena itu, kepuasaan konsumen menjadi sangat lah penting agar e-commerce dapat tetap berjalan.


Masalah
-      Apakah konsumen mengetahui untung dan rugi jika melakukan pembelian secara online?
-      Apakah kosumen benar-benar di informasikan mengenai produk yang akan dibeli?
-      Apakah konsumen lebih memilih melakukan pembelian secara online ketimbang secara real, jika dilihat dari jenis, harga dan kualitas, maupun risiko?


Tujuan
          Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasaan konsumen dalam pembelanjaan secara online dilihat dari segi-segi yang terkait.


Sumber :

Jumat, 23 September 2011

tugas jurnal METODE RISET


1.     Tema                              : 
Manajemen pemasaran

Judul                              :
Perkembangan Teknologi Internet dan Perannya dalam Pemasaran Produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

          Pengarang                       :
                   Ade Octavia

Latar Belakang Masalah   :
Pengguna Internet sebagai alat komunikasi pada dasarnya merupakan pengembangan dari Sistem Informasi Manajemen. Pada saat ini pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) semakin tinggi, yang mana ditunjukan dengan semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan maupun ditujukan dengan menggunakan fasilitas internet. Perkembangan internet tidak hanya mendorong perkembangan cara orang berkomunikasi namun turut pula merubah bagaimana cara orang melakukan kegiatan bisnis. Banyak peluang bisnis yang selama ini tidak terpikirkan, menjadi mudah dilakukan dengan menggunakan fasilias internet. Bahkan lingkup bisnis pun dapat dilakukan tidak hanya mencakup nasional namun dapat pula merambah dunia internasional.

          Masalah                           :
Apakah system informasi dapat membantu suatu perusahaan dalam bidang pemasaran?

          Tujuan penelitian             :
Tulisan ini mencoba untuk mendeskripsikan konsep inti mengenai system informasi manajemen dengan bahasan khusus yang terkait posisi UKM untuk dapat mengadopsi teknologi tersebut.


2.    Tema                              :
Manajemen Pemasaran

          Judul                              :
                   Strategi Pemasaran Produk Wisata

          Pengarang                       :
                   Wayan Suardana

          Latar Belakang Masalah   :
Pemasaran produk wisata berperan sangat penting dalam menopang dan mengembangkan perekonomian rakyat, terutama melalui dampak positif baik langsung maupun tidak langsung yang dapat dihasilkan oleh sektor kepariwisataan. Yang ternyata kaitannya usaha kepariwisataan kedepan relative sangat panjang. Permasalah dan tantangan sekaligus bagi strategi pengembangan produk wisata di Indonesia, adalah semakin ketatnya persaingan yang terjadi diantara Negara-negara asia tenggara dalam merebut pangsa pasar pariwisata dunia dan berlomba menjadikan wilayahnya menjadi dinasti wisata dunia utama dikawasannya.
Dalam kurun terakhir ini, posisi kepariwisataan Indonesia dalam peta persaingan pasar global, terjadi semakin berat karena beberapa tekanan, baik yang menyangkut variable keamanan nasional yang cukup rentan, pemulihan krisis ekonomi yang belum berhasil serta tingginya proses otonomi daerah yang telah mengakibatkan tidak sinerginya program-program pemasaran produk wisata.

          Masalah                           :
                   Bagaimana strategi pemasaran produk wisata?
                   Bagaimana pengembangan pemasaran produk wisata?

          Tujuan penelitian             :
Tujuan penelitian ini untuk menjabarkan bahwa bidang kepariwisataan adalah salah satu bidang yang memiliki prospek cerah untuk suatu Negara.

                   http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/12098799.pdf

3.    Tema                              :
Manajemen Pemasaran

          Judul                              :
Analisis strategi pemasaran produk tabungan pendidikan pada PT. BANK XYZ, TBK cabang Ahmad Yani Makassar.

          Pengarang                       :
                   Nur Naningsih
                  

          Latar Belakang Masalah   :
Sejak terjadi krisis moneter iklim dunia usaha di Indonesia mengalami tantangan yang cukup berat. Tidak jarang dijumpai perusahaan yang tidak dapat mengantisipasi keadaan tersebut akhirnya menemui kesulitan dan bahkan tidak dapat lagi melanjutkan kegiatan usahanya.
Kondisi ini mengakibatkan pula timbulnya persaingan dunia usaha yang makin tajam dan manakala tidak dapat mengantisipasi persaingan dengan baik, maka hal tersebut akan dapat membawa perusahaan kedalam posisi yang membahayakan. Oleh karena itu, keputusan yang bijaksana sebagai upaya untuk mengantisipasi kondisi yang sedemikian itu perlu segera diambil secara tepat agar dapat member dayaguna dan hasilguna yang maksimal antara lain mengevaluasi kembali berbagai kebijaksanaan usaha yang telah ditetapkan untuk selanjutnya dijadikan rumusan konsep kebijaksanaan usaha pemasaran yang lebih strategis.

          Rumusan Masalah             :
Bagaimana PT. BANK XYZ, tbk cabang ahmad yani Makassar memposisikan produk tabungan pendidikan dalam strategi pemasaran kedepan?

          Tujuan penelitian             :
Untuk mengetahui strategi pemasaran produk tabungan pendidikan yang dilakukan PT. Bank XYZ, tbk cabang Ahmad Yani Makassar.